Kamis, 20 Maret 2014

DURJANA RINDU

ketika jenuh mengulas rindu
kata menari melayang jauh
bermain semu dengan sosok
sosok semu pembanting batin

berusaha naik namun jatuh
berusaha masuk namun menolak
berusaha satu namun terpisah...
itu lah raga tanpa jiwa matannya
tak mampu menatap
tak mampu merasa
tak mampu bergerak dan lepas terbang

ia diam dalam keramaian
sepi ketika senyum memeluknya
ia meratap dalam ingatnya
merangkak ketika ia sudah berlari

dasar buana !
pembunuh tawa !
perangkap dunia
jamu dan racun tanpa ramuan

dasar buana !
durjana yang membawaku
terpasung pada kayu sudah ku ukir indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar