ketika jenuh mengulas rindu
kata menari melayang
jauh
bermain semu dengan sosok
sosok semu pembanting batin
berusaha naik namun jatuh
berusaha masuk namun menolak
berusaha
satu namun terpisah...
itu lah raga tanpa jiwa matannya
tak
mampu menatap
tak mampu merasa
tak mampu bergerak dan lepas
terbang
ia diam dalam keramaian
sepi ketika senyum
memeluknya
ia meratap dalam ingatnya
merangkak ketika ia sudah
berlari
dasar buana !
pembunuh tawa !
perangkap dunia
jamu dan racun tanpa ramuan
dasar buana !
durjana yang
membawaku
terpasung pada kayu sudah ku ukir indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar