Kamis, 20 Maret 2014

TETESAN TUHAN

secercah asa menepis jiwa
jiwa-jiwa yang hanyut dalam fana
dalam jalan dakian
semakin tinggi semakin curam
terus mendaki, meninggi, menyamai awan
awan kabut menutup kecerahan
cerah itu yang belum tentu cerah setelahnya.
...
semakin tinggi,
hingga mencapai puncak lah
lalu menombokkan tongkatnya pada titik tujuannya
tapi ia lepas dari dakian
dakian yg sudah ia pijaki setapak demi setapak

dan
perlahan tetesan Tuhan memusuhinya
membuatnya gemetar sendiri
ia lalu terjatuh
semakin rapuh dalam dinginnya puncak
tanpa berfikir menjalani pijak-pijak yg sudah
hilang dalam ingatnya
pijak yang ia lewati setapak demi setapak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar